Jumat, 21 Oktober 2011

Perawatan Anak Prematur

Ini adalah pengalaman saya, Alhamdulillah anak ke 6 saya lahir dengan normal, dan sangat spontan, tapi dia terlahir prematur, berat badannya hanya 1,6 kg, saya melahirkan anak ke 6,  pada waktu itu usia kandungan saya 7 bulan, saya juga sempat kontrol ke dokter kandungan, pada saat itu dokter kandungan bilang janin saya tidak apa-apa, dan normal, memang setiap saya melakukan aktivitas yang begitu padat, saya merasakan mules atau kontraksi, saya pikir itu hanya hal yang biasa.

Kemudian saya diberi obat anti mules oleh dokter kandungan, dan vitamin, belum sempat obatnya saya minum, saya merasakan mules yang berkepanjangan, karena saya memikirkan anak-anak saya yang lainnya, akhirnya saya tidak jadi untuk bergegas kerumah sakit. Karena saya berat sekali meninggalkan mereka di rumah.

Setelah saya sholat isya, saya kembali merasakan kontraksi semakin kuat, bahkan saya sempat mengeluarkan sedikit cairan, namun karena saya pikir itu hanya cairan air seni.  Tapi ketika jam menujukan pukul 00.00 wib barulah saya merasakan mules yang sangat sakit, akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi suami saya, yang pada saat itu suami saya sedang berada di kantor, karena masuk siff siang, alhamdulillah suami saya cepat pulang, dan langsung kami bergegas menuju rumah sakit, setelah sampainya di rumah sakit kami langsung di bawa menuju ruang bersalin.

Dan disana tidak ada dokter yang biasa menangani saya, disana adanya hanya dokter jaga, dan seluruh bidan-bidan yang sedang bertugas pada malam itu, setelah saya di bawa keruang bersalin saya langsung, di periksa, tapi para tim medis sudah menyiapkan semua perlatan untuk kelahiran, tapi dokter jaga ini menghubungi dokter yang biasa mengecek saya, ternyata dokter sedang berada diluar kota, saya langsung memutuskan untuk tidak menunggu kepulangannya, belum selesai perundingan itu ternyata bayi saya lahir, dan semua mata tertuju padanya.

SubhanaAllah mahluk yang sangat kecil dan mungil serta lemah sekali, hanya terdengar tangisan yang meleking, seperti bayi-bayi lainnya, ketika dokter dan para perwat menolong kelahiran saya, bayi saya hanya berat  1,6 kg, sangat kecil sekali, tidak ada dagingnya, kulitnya terlihat keriput, bahkan dokter menyarankan agar saya mendekapnya, tapi saya sangat takut, saya khawatir terlalu keras mendekapnya, saya hanya merasakan detak jantungnya, dan hangatnya tubuh mungilnya.

Dokterpun langsung membawa anak saya keruangan khusus bayi, tapi anak saya di incubator, dia sangat kecil sekali, dan kulitnya terlihat keriput-keriput, saat itu saya hanya bisa pasrah, dan saya selalu berdo'a agar kelak dia tumbuh seperti anak-anak lainnya yang lahir dengan berat badan normal.

Setelah 2 hari saya dirawat saya memutuskan untuk segera pulang, karena masih ada tugas lainnya, yaitu merawat kakak-kakaknya, dan anak ke 6 saya tidak boleh pulang, karena dia harus di rawat di rumah sakit sampai besar.  Sampai berat badannya mencapai 2,00 kg.


Dengan izin Allah SWT, dan informasi dari pihak rumah sakit, serta penangan para medis, juga dokter-dokter yang ahli, dengan kesabaran, dan penuh perhatian, akhirnya bayi kami hari demi hari tumbuh, dan berat badannya bertambah, 1/2 ons, walaupun dia masih di dalam incubator, dia lebih kelihat sehat dan kuat.

Akhirnya kami langsung membawanya pulang kerumah, karena perawatan di rumah dengan dirumah sakit tentu beda, peralatannyapun kami tidak punya hanya berbekal prngalaman yang di stimulasi oleh perawat dan para bidan yang biasa menangani bayi-bayi yang bermasalahan, saya selalu dengan hati-hati dan di rumah sakit juga harus menggunakan sistem/metode kangguru.


Atau lebih di kenal dengan sebutan skin to skin, agar sibayi itu mersakan suhu yang hangat dan agar tidak kedinginan, serta menambah berat badan sibayi, itulah yang saya lakukan dirumah, tapi bayi saya ini tidak mau minum susu yang di berikan oleh dokter, dia hanya meminum susu asi, jika saya berikan melalui sendok langsung muntah, sejak itu saya tidak memberikan susu formula lagi.

Kamar tidurnyapun harus terpisah jadi hanya saya dan bayi saya yang boleh berada dalam satu kamar, dia saya tidurkan di tempat tidur khusus, kemudian di beri lampu agar tetap hangat, cara memandikannya tidak sama dengan memandikan bayi-bayi normal lainnya, dia hanya di seka dengan was lap, dan tidak boleh terlalu lama setelah itu barulah dijemur.

Kemudian kita sering memijat-mijat agar sibayi merasakan kasih sayang dari orangtuanya, jika ia menangis maka kita segera menggendongnya dengan cara di tepuk-tepuk dadanya dengan pelan, serta usapan kita sesering mungkin, agar sibayi merasa nyaman dan tenang berada di dekapan kita.


Alhamdulillah semua ini adalah kebesaran Allah SWT, dan karunia serta hidayah yang telah di berikan oleh kami dengan mengizinkan kami untuk merawat anak yang ke 6 dengan kelahiran yang sangat berbeda dengan anak-anak kami lainnya yang cukup usia kehamilan dan cukup bulan. Sekarang dia tumbuh besar usianya sudah 11 bulan, dia bernama Sayyid Muhammad Husein. Semoga kelak ia menjadi anak yang sholeh, taat, dan menjadi pemimpin yang baik, amin yarobballalamin.